Pengelana dan Sahabatnya

seorang pengelana bertemu dengan sahabatnya.
keduanya berbincang-bincang akrab.

sahabat      :  “apa yang paling kau inginkan?”
pengelana  :  “tiadanya keinginan.”
sahabat      :  “apa yang ingin kau wujudkan?”
pengelana  :  “ketiadaan wujudku.”
sahabat      :  “apa yang ingin kau abadikan?”
pengelana  :  “kefanaanku.”
sahabat      :  “apa yang sedang kau tuju?”
pengelana  :  “Tujuan Akhir setiap yang merindukan.”

sang sahabat tersenyum, lalu berkata; “kalau begitu, mari, genggamlah tanganku. kita bersama menuju-Nya.”
sang pengelana menggeleng malu, “maafkan aku, sahabatku…, aku bahkan belum layak menyambut uluran tanganmu….”

……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s