6 (Enam) Tipe Penganut Agama di Indonesia (Bag. 2)

4. Si Bingung

Nah, klo yang nomor 4 ini, sesuai namanya, adalah tipe orang yang bingung. Sebenernya si bingung ini termasuk orang yg pinter bin cerdas. Dianya gak mau ikut agama hanya asal ikut2an ato warisan mbah moyang tanpa kefahaman, tp saat berusaha mencari mana yg benar dan melihat realitas keberagamaan, ternyata ia dihadapkan pd kenyataan yg membuatnya gak habis pikir. Ia bingung nglihat agama yang katanya tanpa ‘gama’, ternyata jauh lebih kacau dan ‘chaos’ ketimbang yang gak beragama. Bayangin aja, klo mau masuk agama, agama yg mana? Smoa ngaku yang paling bener, yang paling lurus, yang paling deket ama Tuhan. Dari Islam, Kristen, Protestan, Budha, Hindu, sampe aliran kepercayaan semuanya ngaku dianya yang paling ‘valid’. Dan kalopun sudah milih satu agama, ternyata di dalamnya masih kepecah2 banyak madzhab-lah, aliran-lah, sekte-lah, etc-lah…. Nah, lho! Apa malah gak tambah bikin puzeeng kelapa…eh, kepala, tuh?

Belum lagi saat mereka melihat ada si genit ama si sengit yg meskipun –katanya- sama2 beragama tp selalu aja berantem gak jelas. Gak ada yang mau ngalah. Karena itulah, karena bingung menentukan pilihan, ia kemudian menganggap agama tidaklah terlalu penting. Walopun di KTP entry agamanya diisi, tp gak dianggap penting ama mereka, cuma formalitas doang. Biasanya, mereka kemudian jatuh jd pluralis bablas yang mengatakan bahwa semua agama itu benar. Kata2 favorit mereka; pusiiiinggg…! Bodo, ah! Yang penting gak ganggu orang, deh, toleran-toleran, Etc. “Yang penting berbuat baik ajalah, Tuhan gak buta, kok.” Itu biasanya dalil yg mereka ucapkan.

(Di Indonesia, si bingung ini sebenernya cukup banyak. Mereka sih diem2 aja, nyembunyiin bingungnya. Tp gak mengeluarkan unek2nya krn takut dicap kapir, musrik, dkk. banyaknya menduduki peringkat ke-2 setelah si damai.)

 

5. Si Pencari

Sama seperti si bingung, si pencari juga adalah orang yang pinter bin cerdas alias kritis. Ia bangkit dari zona kenyamanan si damai dan berusaha membongkar-ulang apa yang diyakininya. Ia gak mau asal ngikut agama tanpa kefahaman dan alasan yg bisa dipertanggung-jawabkan. Tapi berbeda dengan si bingung yang mandeg di tengah jalan, ia melihat bahwa meskipun diselubungi kabut hitam kerumitan perbedaan dan pertentangan di antara agama2 yg ia ada di depan matanya, tp ia yakin bahwa pasti ada salah satu yg benar. Gak mungkin semuanya benar. Juga gak mungkin semuanya salah. Pasti ada satu saja yang benar. Dan ia dengan gigih mencarinya. Mengubek-ubek dan membongkar semuanya; demi satu kata; kebenaran! Coz selalu mencari, biasanya si pencari ini udah pengalaman dgn semua agama beserta madzhab-aliran-sektenya sekalian.

Ciri2 si pencari adalah super kritis, gak mau didoktrin, selalu minta bukti dan argumentasi yang kuat dan memuaskan, gak fanatis pd satu ideology tertentu dan memperlakukan semua agama di kelas yg sama; sama-sama siap dibedah dan dibuktikan kebenarannya, rindu sama orang yg bisa memberinya bimbingan dan argumen yg memuaskan, cinta pada kebenaran dan ilmu pengetahuan. Kata2 favorit si pencari adalah; KEBENARAN!!! KEBENARAN!!! KEBENARAN!!!, apakah agama Anda yg benar? apa buktinya?, berikan aku argumennya, mana dalilnya?, dkk.

(Di Indonesia sebenernya jumlahnya sudah mulai cukup banyak. Hanya sj krn low profile dan biasanya ngumpet –Berpetualang- di kelompok 1,2, dan 3, mereka gak banyak dikenal. Jumlahnya menduduki peringkat ke-5 setelah si genit. Si pencari ini paling cocok kalo ketemu sama si bijak –no.6- tp gara2 salah pilih tempat kuliah seringnya jatuh dalam rayuan si genit.)

 

6. Si bijak

Nah, kalo yang terakhir ini adalah tipe penganut agama yang paling ideal dan seimbang; si bijak. Ia bukan seperti si damai yg hanya pingin idup nyaman doang tanpa mau meneliti apakah yg diyakininya sudah benar2 ‘valid’, bukan pula si sengit yang karena fanatisme butanya pd agama jd emosian dan sering gak pake nalar, bukan juga si genit yang memble dan gak pede ama ajaran agamanya sendiri yg hobi ngutip kata2 Sir A ato Miss B atopun si bingung yang nyerah di tengah jalan mencari kebenaran karena puyeng dan akhirnya gak ambil keputusan….

Si bijak adalah penganut agama yang menganut agama bukan semata karena turunan dan warisan nenek moyang. Ia memilih dan mengikuti suatu agama atas dasar kefahaman dan pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena itulah ia mempunyai bangunan aqidah dan dasar2 agama yang sangat kuat, megah, canggih, mantap tak tergoyahkan. Karena itulah, bagi si bijak ia akan dengan mudah menjawab pertanyaan2 mendasar keagamaan dengan jelas dan gamblang. Si bijak akan dengan mudah menerangkan bukti keberadaan Tuhan, keEsaan dan keAdilan-Nya tanpa harus marah2 tak perlu dan men-cap kafir orang yang mempertanyakannya. Ia juga bisa menerangkan kesucian Nabi sebagai pembawa wahyu Tuhan, serta tak kebingungan membuktikan adanya akhirat beserta sorga-nerakanya. Semua lengkap dengan dalil-dalil yang valid, solid, dan bisa dipertanggungjawabkan. Baik secara logika rasional maupun secara naqli-tekstualis. Yup! Si bijak bisa membuktikan keotentikan dan kedahsyatan ajaran agama yang dianutnya tanpa harus bergenit-genit ria mencari referensi di buku2 pemikir2 barat –dgn sgl macam istilah2 anehnya- ato alih2 malah berkeras-kepala tanpa bukti sambil mengeraskan urat nadi dan berteriak ‘POKOKNYA BEGINI…!!! POKOKNYA BEGITU…!!! UDAH, JANGAN NANYA2 LAGI! NANTI BISA JADI KAPIR, LU…!!!’ (yg bener2 ‘plizzz, deh….’) dengan penuh emosi.

Si bijak mengetahui bahwa ajaran agama sejatinya sudahlah sempurna dan tak perlu dibongkar-pasang lagi. Agama, sebagai tuntunan Tuhan sejatinya punya semua solusi atas semua permasalahan kehidupan. Sama sekali tak perlu lagi tambahan apapun. Hanya tinggal dijalankan saja sesuai petunjuk mereka yang ditugasi untuk itu. Ciri2 si bijak adalah, ia sangat mencintai Nabi (+keluarganya) sbg pembawa ajaran agama, menomorsatukan persatuan umat, cerdas, rasionalis sekaligus ‘arif, tidak emosian dan jeli menghadapi permasalahan. Ia paling andal untuk menjawab keraguan2 permasalahan agama, dan jago mematahkan semua serangan musuh2 agama yg hendak mencari keributan. Jurus2 yang dipunyainya segudang dan ia bisa menjawab semua pertanyaan dari pihak manapun soal keyakinan agamanya. Skill-nya yg tinggi ini dikarenakan ia menguasai dasar2 agama (ushuluddin) dgn baik dan benar, so persoalan2 lain yg sebenarnya hanya turunan dari masalah dasar (ushul) ini enteng aja dijawabnya. Kata2 favorit si bijak adalah; cinta, toleransi, persatuan umat (ukhuwah Islamiyyah), logika, nalar, definisi, bukti, kesimpulan. Nabi dan keluarganya adalah sosok yg paling dicintai dan diidolakannya. Ulama2 rasionalis dan berkarya nyata adalah favoritnya. Dan sama seperti si galak/ si sengit, iapun SANGAT KERAS terhadap Zionis terkutuk beserta antek-anteknya yg selalu membunuhi saudara2 seagamanya di Palestina!!! Dan yg juga selalu berusaha memecah-belah dan mengadu-domba para penganut agama apa saja.

Si bijak paling cocok dan demen sama si pencari. Karena itu kalo ketemu, keduanya bakal langsung klop! Sayangnya, si bijak, meskipun sebenernya sangat kompeten, skill full, en punya ilmu segudang, tp jumlahnya paling sedikit dibandingkan golongan lain. Biasanya ia berada di posisi2 penting di masyarakat dan berkarya menegakkan ajaran agama yg diyakininya tp dengan low profile. Mangkanya gak banyak yang tahu, soalnya mereka lebih mengutamakan karya nyata ketimbang gembar-gembor gak mutu alias pepesan kosong doank! Tak hanya lewat media2 konvensional, si bijak juga sangat melek teknologi dan berdakwah menggunakannya. Jadi, meskipun kebanyakan umat gak sadar, sebenernya umat dilindungi dan di jaga sama si bijak ini dari pengaruh2 buruk musuh2 agama macam Zionis gebleg yang tak henti2nya berusaha memecah-belah umat.

Sayangnya lagi, si bijak ini alih-alih dijadikan partner dan diajak untuk bergandengan tangan oleh golongan lainnya demi kemaslahatan umat, malah dijadikan musuh bersama oleh si sengit (no.2) dan si genit (no. 3). Yup! Meskipun sama2 berantem, tp baik si genit maupun si sengit ntu paling takut sama si bijak. Soalnya si bijak tahu dengan jelas kekurangan-kelemahan si genit dan si sengit ini. Meskipun sama2 satu pikiran soal Zionist, tapi si sengit/si galak memusuhi si bijak karena si bijak sangat rasional dan menentang fanatisme; anarkisme dan emosian si sengit yg suka bablas menyikapi persoalan. Begitupun dengan dengan si genit yang memusuhi si bijak karena si bijak ogah menggadaikan agamanya hanya agar diakui oleh para penyandang dana di Harvard ato Oxford sono yg sodaranya Zionis terkutuk. Si bijak ogah bergenit2 ria dan memreteli agamanya seperti si genit hanya agar dibilang ‘keren’ dan ‘kontemporer’ oleh orang2 barat sono. Ditambah lagi, si bijak sangat kritis sama sikap memble si genit yang gak pede ama ajaran agamanya sendiri. Ini yang bikin si genit gak sreg ama si bijak. Selain dimusuhin ama si genit dan si sengit ni, si bijak jg sangat dimusuhi oleh zionis coz kecerdasan dan kejelian si bijak dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi rencana2 jahat si zionis untuk memecah-belah persatuan umat. Palagi si bijak ini paling keras klo dah urusan nglawan niat2 busuk zionis yg dah layak GO TO HELL…!!! bari zaman batu dulu nie…

o-ya, satu lagi nie; klo soal zionis gebleg, semua tipe ini satu kata alias sepakat dalam membenci dan memusuhi arogansi dan kebiadaban si zionis yg tiap hari membunuhi orang2 Palestina dan mengusir mereka dari tanah airnya sendiri, kecuali satu tipe; si genit! Ya, baik si damai, si galak, si bingung, si pencari, lebih2 lagi si bijak sangat memusuhi dan menjadikan zionis Israel yg gebleg wal ndablegnya gak ketulungan ini sebagai MUSUH BERSAMA!!! Ya, manusia mana coba, yg punya hati nurani dan sedikit simpati yang bakal rela melihat anak2 gak berdosa dibom rumahnya tiap hari ama jet2 tempur Israel? Ini bukan lagi masalah ideologi, ini masalah kemanusiaan, masalah nurani yg tiap orang punya. Tak peduli apapun agamanya, bahkan yg gak beragama sekalipun, tiap orang yg berhati nurani tak akan setuju dengan cara2 biadab si zionis terlaknat ini!!!! GANYANG ISRAEEELLLL….!!!!

 

NOTE:

Tulisan ini sama sekali tidak hendak memojokkan atau mengunggulkan satu kelompok tertentu. Hanya sekedar pengamatan dan pemetaan yang bersifat umum saja. Bisa dipake untuk agama dan ideology manapun. Dipilihnya agama Islam sbg sample coz agama Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia.

En last but not least;

“BERADA DI AGAMA/IDEOLOGI APAPUN ITU BUKANLAH SUATU KESALAHAN. KESALAHAN ADA PADA SIKAP KITA DALAM MENYIKAPI AGAMA/KEYAKINAN YG KITA PEGANG. APAKAH KITA HANYA SEKEDAR JADI SI DAMAI YG PINGIN NYAMANNYA DOANG TANPA KEBERANIAN ME-REVIEW ULANG KEYAKINAN KITA –JGN2 KITA SALAH???-; ATO JD SI SENGIT YG EGOIS BIN ANARKIS YG MENUTUP PINTU NALAR; ATO SI GENIT YG MEMBLE, GAK PEDE AMA AGAMANYA SENDIRI DAN SIBUK NGEMIS CARI MUKA KESANA-KEMARI; ATO SI PENCARI YG PUNYA KEBERANIAN DAN KESIAPAN MELURUSKAN KEYAKINANNYA!!!”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s