Dua Cara ‘JATUH CINTA’

cinta
Cinta itu Tunggal. cinta itu satu. Ia adalah emanasi tunggal yang tak pernah berkurang, dan atau bertambah. Dan semua wujud berada dalam naungannya. tapi jatuh cinta itu banyak. begitu pula cara jatuh cinta. ia tak hanya satu, tapi dua; tidak sengaja dan sengaja:

Tidak Sengaja Jatuh Cinta 

Ia adalah keindahan dan kemenakjuban yang lahir dari rahim bunda alam. ia, pada dirinya adalah indah dan merupakan pantulan cermin-cermin Cinta Agung. ia adalah bukti tak terbantahkan betapa manusia merindukan dan mencinta Sang Cinta meski mereka tak menyadarinya dan menyandarkannya pada pantulan nama-nama dan wajah-wajah cinta yang beraneka warna.

Ia adalah keterpesonaan seketika, sebuah gabungan insting dan emosi mengejutkan yang tercipta dari momentum natural jiwa. awalnya meledak-ledak, mendebarkan dan penuh sensasi-fantasi yang membutakan dan melumpuhkan nalar, tapi dalam gerusan roda waktu dan terangnya cahaya lampu, boroknya akan segera terlihat jelas. ia rawan hancur oleh cengkeraman kebosanan dan kekecewaan. ia mudah luluh-lanta oleh realitas kehidupan.

tanpa tuntunan syari’at, ia manis di awal, tapi pahit di belakang. tanpa bimbingan akal, ia menjanjikan sejuta harap di awal, tapi menikamkan belati di belakang. tanpa ketulusan, ia dibangga-banggakan, tapi hasilnya adalah malu dan sesal. tanpa kesadaran dan kesiapan tanggung-jawab, ia adalah fatamorgana di padang pasir sahara yang dengan bengis mencincang siapa pun yang mejejakkan kaki di tanahnya.

O, betapa banyak gadis yang tertipu dan patah hati
betapa banyak jejaka yang pura2 tertawa
sembari sembunyikan tangis karenanya.

Sengaja Jatuh Cinta 

ia adalah jenis cinta yang langka. ia adalah buah manis dari ilmu yang haq dan pemahaman yang lurus. awalnya adalah kesadaran jiwa. penuntun langkahnya adalah logika dan akl sehat. teman setianya adalah niat yang bersih dan hati yang jujur. pendorongnya adalah kerinduan primordial yang tertanam dan mengakar kuat di dada, di detak nadi, dan urat lehernya.

Hawa nafsu dalam kendalinya. nama-nama dan wajah-wajah adalah sahabatnya yang tak mengkhianatinya. ia tidak tergesa-gesa melabuhkan hasratnya karena akal menjadi kendalinya. namun dalam putaran waktu dan lamanya pencarian, justru penyingkapan keindahan sang kekasih selalu mengejutkannya dalam kemenakjuban semesta. kemenakjuban yang begitu memabukkan. ia adalah rahasia demi rahasia yang pesonanya semakin menggairahkan dari waktu ke waktu. semakin palu-palu waktu menumbuknya di lumbung kehidupan, semakin matang dan mempesonalah ia. semakin menyilaukan ia dalam cemerlang cahaya. awal dan ujungnya adalah satu. sumber dan tujuannya adalah tunggal; Keindahan dan Paras Jelita sang Kekasih Sejati.

namun, demi ayah dan ibuku, ia adalah jalan yang sulit dan sepi. sedikit yang melangkah di jalan ini. orang banyak mencemoohnya. mencibirnya. yan mengetahuinya sedikit. yang sabar menjalaninya lebih sedikit lagi. yang bisa mendaptkannya mungkin bisa dihitung dengan jari…

O, betapa sepi jalan ini
betapa terjal tanjakan ini
di manakah engkau, kekasihku?
aku menginginkan genggaman tanganmu
temani dan tuntun aku menempuh perjalanan panjang ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s