Muhammad al-Asi: Suarakan Kebenaran. Jangan Takut!!!

al-asi

Jakarta –  “Hak dasar manusia adalah bebas dari rasa takut. Memang rasa takut itu bagian dari perasaan seorang manusia. Namun bukan rasa takut mencekam datangnya dari perbuatan teror,” begitu kata Imam Muhammad Al-Asi, saat memberikan pandangannya dalam Seminar dan Workshops Internasional Islamic Humanrights di Jakarta, ahad sore kemarin (13).

Al-Asi, 62 tahun adalah Imam terpilih Pusat Islam di Washington (Islamic Centre of Washington), Amerika Serikat. Pria kelahiran Grand Rapids, Maryland ini selama 30 tahun dicegah masuk ke Suriah karena menentang rezim Assad. Sejak 2001 juga ditangkal pergi Haji ke Mekah oleh Pemerintah Saudi Arabia, karena kritiknya kepada Kerajaan Saudi Arabia yang mendukung Amerika Serikat. Belakangan Inggris juga melarang pria ini masuk negeri Uncle Jack, karena ceramah dan tulisannya yang pedas dan dianggap anti Yahudi. “Saya juga diperiksa beberapa jam bila masuk kembali ke Amerika Serikat dari luar negeri,”ujarnya usai Seminar.

Al Asi datang bersama rombongan Islamic Humanrights Commisiions ke Indonesia sejak sepekan lalu untuk kegiatan dan kampanye hak asasi manusia. Dia sempat bertemu dengan para pengungsi Sampang di Madura, Jawa Timur, serta ulama dan pemerintah setempat. Di Jakarta tim itu bertemu dengan Dewan Pertimbangan Presiden, dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat pegiat hak asasi manusia. Hari ini, Senin (14/1) pada hari akhir kunjungannya bertemu dengan Ketua DPR, Marzuki Ali di Senayan, Jakarta.

Pada usia 11 tahun dia pindah ke Libanon, sekolah dan belajar Bahasa Arab di University of Lebanon. Pada tahun 1973 dia kembali ke Amerika Serikat masuk University of Maryland an meraih sarjana Politik dan Pemerintahan pada 1979. Di Washington dia mengajarkan isi Quran dan menulis tafsir dalam bahasa Inggris. Pada 1981 terpilih menjadi Imam masjid di Washington, namun pada 1983 dia diusir dari Islamic Centre Washington atas desakan pemerintah Saudi Arabia. Tetapi dia tetap mengajar dan salat Jumat berjamaah di jalanan di depan Islamic Centre Washington bersama pengikutnya.

Dalam Acara di Jakarta kemarin Al Asi mengutip ayat Al-Quran,”Allah akan mengujimu dengan rasa takut yang proporsional, ini bukan rasa takut yang mencekam yang terjadi saat rasa takut secara psikologis, hingga tak mampu menyampaikan kebenaran,”katanya di depan para mahasiswa dan pegiat hak asasi manusia yang hadir di acara tersebut.  Al Asi memberi contoh tentang Nabi Musa a.s yang pernah merasa takut terhadap Firaun. Namun kemudian datang wahyu dari Allah, kepada Musa dan saudaranya Harun,”Kalian jangan takut!”

Memetik hikmah dari cerita Nabi Musa itu menurut Al Asi,”Disini kita umat Islam Jangan takut, kebenaran itu harus diungkapkan,”ujarnya memberi semangat hadirin. Apalagi persoalan kini, menurut Al Asi, para konspirator dibantu media ingin memberi paradigma palsu bahwa Islam itu identik dengan teroris. “Kita diharapkan untuk percaya bahwa karena Orang Islam itu sesungguhnya yakin dengan kebenaran, dengan keadilan dengan cara cara barbarian, dengan kekerasan,”ujarnya .
Umat Islam, menurut Al-Asi,  tidak mempunyai kemampuan untuk meluruskan dan mengcounter pendapat yang salah itu. “Kita diberi stempel sebagai Frankenstein  tokoh jahat dalam cerita fiksi. Diberikan gambaran bahwa contohnya Muslim Iran telah menginvasi dan melakukan kekerasan,”ujarnya.

Semua gambaran buruk Muslim, misalnya di Iran melakukan hal-hal yang zalim di seluruh dunia, menurut Al Asi, tentunya semua orang tahu, “ ini bukan hal yang benar.” Karena sungguhnya negara adidaya yang melakukan pembunuhan di Pakistan, di Afganhanistan atas nama melawan teroris. “Negara adidaya terutama Amerika Serikat dan Inggris, melakukan tindakan  genocide terhadap orang-orang Palestina. Mereka memberikan Israel akses terhadap perkembangan persenjataan yang memungkinkan ini semua terjadi,”ujarnya.

Amerika Serikat, menurut Al-Asi mempunyai perusahaan transnasional di seluruh dunia. Mencuri akses sumber daya alam dari tangan orang-orang Muslim. “Sehingga dunia Islam dirampas sumberdayanya. Populasi kita menjadi pengungsi,”katanya. Karena itulah, menurut Al-Asi umat Islam jangan takut ntuk menyuarakan kebenaran. “Kita ini semua mampu menyampaikan kebenaran. Namun kita telah terbelenggu, sehingga tidak berani mengungkapkan kebenaran. Mana suara kita menyuarakan kebenaran!” Ayo (AT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s