Cermin

wahai gadis cantik,

aku tidak mau berbohong padamu
aku menyukaimu karena aku seekor binatang
aku mencintaimu karena aku seorang pengembara

aku begitu kepayang dan tergila-gila padamu
karena kau adalah cemin jernih yang memantulkan pendar-pendar Cahaya,
sedang aku seorang pemuda malang yang begitu merindukan Sang Ada!

O,
wahai engkau cermin yang bening,
ijinkan aku kagumi pantulan cahya
yang singgah dan bersemayam di jernih kacamu

dan mohon ampuni kelancanganku,
ijinkan aku, mendaras rahasia-rahasia kehidupan
rindu cinta yang bersemayam di dada ini
dalam indah dan menakjubkannya jiwamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s