TENTANG PKS (LAGI)

kambing vs sapisebenernya males mau ngomongin PKS trus-terusan, tp baca statusnya Mr. Khairun Fajri Arief yg bernas, jd pingin nge-share juga… cekidot! : D

Saya fikir begini: kita harus memiliki perangkat berfikir yang memadai untuk membuat diferensiasi.

Kita itu gampang sekali menggolongkan sekelompok orang atau bahkan institusi karena afiliasinya dengan orang-orang yang kebetulan bermasalah. Seolah-olah segala sesuatu itu seperti matematika:1+1=2. Dan gawatnya, dalam situasi semacam itu juga kita itu sering nggak adil dalam bersikap. Misalnya, bila beberapa Biksu Budha menyerukan pembantaian Etnis di Rohingnya,kita dengan brutal menyebutnya:”Budha menantang Perang” tapi saat beberapa ulama Islam menyerukan pembantaian Ahmadiyah atau bahkan berafiliasi dengan teroris, kita berkeras supaya “Jangan Sebut Islam Teroris, pelakunya itu Oknum”.

Nah, mulai dari sekarang, kita harus jelas nih dalam membangun logika dan konsekuen dengan pilihan logika tersebut.

Misalnya, kalau Johan Budi memang terlibat Korupsi seperti kata Nazarudin, kita harus jelas nih menyebutnya apa. Kita bisa menyebutnya:1) “KPK Korupsi, Tidak layak dipercaya dan harus dibubarkan”atau 2) “Johan Budi Bersalah, harus dibuktikan dan pelakunya harus dihukum”

Saya rasa anda sebaiknya pilih asumsi logika yang nomor dua. Karena kalau anda pilih yang nomor 1 dan anda seorang muslim, anda harus siap disebut “Muslim agama kekerasan, agama arab dan harus dilarang” hanya karena Osama Bin Laden yang sontoloyo.

Dengan cara yang serupa seharusnya kita membaca kasus Korupsi Sapi dengan tersangka AF dan LHI. Anda mungkin jengkel dengan kelakuan LHI dan AF, tapi jangan sampai anda jadi keseleo logika sehingga kemudian anda berasumsi bahwa semua kader PKS pasti Munafik, suka korupsi dan gemar pula bergaul dengan penjahat kelamin. Itu lebay namanya.

Wallahi, saya bukan kader PKS lagi, tapi saya cukup lama menikmati Tarbiyah didalamnya dan saya tidak menemukan hal-hal semengerikan sebagaimana hidup dalam persepsi beberapa kawan. Tidak ada kaderisasi teror, langkah sistematis untuk melakukan kudeta atau gerakan terorganisir serius untuk mendirikan Khilafah atau pelajaran korupsi dan maen perempuan. Yang disampaikan dalam Halaqah mingguan juga bukan hal-hal Ekstrem. Bahkan dalam konteks saya, kita malah nggak sering amat diskusi serius banget. Lebih banyak berusaha memperbaiki kelakuan yang jarang tilawah, kebanyakan maen, sering nggak shalat di masjid. Boleh dikata kalau saat ini saya sedikit-sedikit rajin Shalat 5 waktu di Masjid, sering Tilawah, kelakuannya lebih terkontrol,punya agenda dalam segala hal itu adalah jasa Tarbiyah PKS dan toh buktinya saya baik-baik aja, nggak jadi teroris, nggak pula hobi maen perempuan atau bahkan menganjurkan Korupsi. Jadi please be calm bro, it is not as scarry as you think in your imagination.

Tentu saja saya harus kritik kecenderungan meluas para kader yang minus referensi tapi hobinya ngomong njeplak, kecenderungan nggak ramah kepada Minoritas (Agama atau Madzab) , kebanyakan sok jaim tapi kenyataannya jabalan atau gampang nyinyir terhadap perbedaan pendapat. Tapi yaa, semua itu bisa berubah laah. NU dan Muhammadiyah juga mengalami fase semacam itu dalam pertumbuhannya. Nggak ada madzhab Islam yang lahir langsung mengalami pendewasaan, mereka tumbuh menjadi dewasa. Khawarij yang kita laknat sebagai ekstremis itu, toh bisa berubah moderat menjadi minoritas Ibadhi dan bahkan disebut dalam Amman Message sebagai bagian Sah dari Islam. Dengan demikian, Ibadhi saat ini sangat boleh jadi sudah sangat jauh berbeda dengan Khawarij disaat kemunculannya. Hal yang sama juga berlaku untuk Ahl Sunnah Wal Jama’ah dan juga Syiah. Asal mau mengambil pelajaran, PKS yang saya kritik saat ini, sangat boleh jadi menjadi simbol moderasi dimasa depan.

Modal utama PKS jelas adalah kaderisasinya yang tangguh dan mungkin telah membuat beberapa Institusi Islam lain agak sedikit iri. Doa saya, kader yang tangguh itu tidak lesu darah hanya karena masalah sepele semacam ini, terus Move On,dan keluar sebagai pemenang kemanusiaan sebagai orang-orang yang moderat. Bukan sebagai kelompok yang anti literatur, membela Persekusi Ahmadiyah dan Syiah, mendukung penutupan gereja, mendukung penghalalan darah kelompok liberal, bahkan gemar menyebut Bid’ah dan nyinyir buat dinamika-dinamika teologis sepele.

Kesadaran bahwa “kita juga mungkin bisa melakukan kesalahan serupa” seharusnya menjadi obat buat KITA SEMUA yang sepertinya kena penyakit gemar mengklaim “Ana Khairu Minhu”secara massal.

2 thoughts on “TENTANG PKS (LAGI)

  1. anda pasti pks yang koropsi presidenx lho partai ini memang sudah sangat rusak dan sangat pas kalau dijuluki partai munafik

    • hahaha…, ada yg bilang aku PKS… kemaren ada ukhti PKS yg ngomel2 ke aku karena bikin trit ini. eh, sekarang ada yg bilang aku PKS, dunia emang ajiib… hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s