KEINDAHAN ISLAM YANG DINODAI…

butterfly-beautiful-wallpaper_1680x1050_87009Keindahan tak melulu hanya melulu penampilan dan rupa yang cantik. Deretan huruf dan rangkaian kata juga merupakan jenis keindahan yang mampu menghadirkan ‘sense of beauty’ yang menyejukkan dan mampu menyihir pembacanya ke alam lain. Kita mengenal para sastrawan dan penyair-penyair seperti Rumi, Hafidz, Gibran, dan banyak lagi sastrawan lainnya telah menghipnotis banyak orang di berbagai belahan dunia dengan rerangkai indah kata-katanya.

Dalam Islam pun, ada banyak sekali kata-kata yang indah, menyejukkan, dan memiliki makna yang sangat dalam. Sebagai Muslimin, kita tentu akrab dengan kata-kata seperti ‘sunnah’, ‘rahmah’, ‘salaf’, ‘ikhlas’, ‘jihad’, ‘dakwah’, ‘sahabat’, dan lainnya yang awalnya selalu kita asosiasikan dalam bentuknya yang indah, penuh berkah, menyejukkan, dan sakral. Tapi dewasa ini, ironisnya kata-kata yang mestinya indah itu mengalami peyoratifisasi dengan kecepatan yang sangat patut ditangisi…

Peyoratif adalah penyempitan dan penurunan nilai makna sebuah kata. Yang dulunya kita persepsi dalam nilai2 yg baik dan positif, sekarang dirasakan kurang baik daripada semula. Kata-kata yang saya sebutkan di atas, adalah sedikit dari banyak contoh kata yang mengalami proses peyoratifisasi yang sangat-sangat parah.

Dewasa ini, mau atau tidak mau kita harus akui, ada banyak sekali kata-kata yang maknanya semakin merosot jauh dari makna awalnya. Terutama dalam kamus Islam karena ulah sekelompok manusia-manusia dungu berwawasan pendek, cuma pakai kacamata kuda, dan arogannya gak ketulungan. sekelompok hewan-hewan buas yang merampok istilah-istilah suci ini untuk memuaskan hasrat rendah kebinatangannya belaka. Beberapa istilah yang telah dinodai ini antara lain:

– “Allahu Akbar!”

Awalnya kalimat ‘Allahu Akbar’ adalah kalimat agung untuk menunjukkan kerendahan dan kehambaan manusia pada Tuhannya. Tapi dewasa ini, konotasi kalimat ‘Allahu Akbar’ terjun bebas menjadi semacam password untuk membuang hati nurani dan akal sehat ke tempat sampah. Karena ia seolah menjadi pembenar untuk menganiaya orang lain, melakukan kekerasan dan kerusakan, bahkan pembunuhan atas nama Tuhan.

– “Kembali kepada al-Quran dan Sunnah”

“Kembali kepada al-Quran dan Sunnah” adalah kata indah yang telah dizalimi maknanya oleh para pembacot-pembacot degil intoleran. Seolah-olah hanya mereka saja yang ingin mengikuti al-Qur’an dan Sunnah. Seolah-olah hanya mereka saja yang punya hak menafsirkan jalan al-Qur’an dan Sunnah. Padahal semua yg bersyahadat ‘La ilahailallah Muhammad Rasulullah’ juga pasti mengikuti al-Qur’an dan Sunnah. Meski mungkin berbeda penafsiran, tetapi spiritnya sama, mengikuti al-Qur’an dan Sunnah.

“Shahabat”

shahabat yang dimaksud adalah sahabat Nabi Muhammad Saw. awalnya, kata shahabat dipersepsi Muslimin dengan rasa yang indah; setia, akrab, pengorbanan, perjuangan, keshalehan, panutan, dst. tetapi seiring dengan perkembangan politik khilafiyah, kata sahabat mulai dijadikan komoditas untuk melanggengkan dan menjustifikasi kekuasaan.

sementara sekarang, kata sahabat cenderung digunakan justru untuk memecah-belah dan mengadu-domba umat Islam. sekelompok takfiri (baik yg mengatasnamakan Sunni, Syi’ah, mau pun Salafi Wahhabi), sangat gencar melakukan caci-maki, penghinaan, dan mencela sebagian sahabat untuk membuat kelompok yang menghormati dan mengagungkan sahabat Nabi terpantik amarah dan kebencian, bahkan dendam. sebenarnya jumlah mrk sedikit, tapi krn didukung oleh media dan modal tak terbatas mrk sangat masif melakukan aksinya. baik terang-terangan, atau pura2 berada di kelompok tertentu/ sembunyi tangan untuk memancing konflik dan adu-domba; saat berpura2 jadi Sunni ia mencacimaki Syi’ah. saat berpura2 menjadi Syi’ah, ia mencacimaki Sunni.) dan sialnya, banyak sekali umat Islam yang terperosok dalam kumparan konflik ini.

jangan heran jika istilah sahabat yg dulunya terkesan sholeh, adem, setia, pejuang, dst… sekrang justru berubah berkesan ‘panas’, kasar, debat, musuh, caci-maki, dst…

– “Jihad”

Jihad adalah kata-kata yang sakral dan memiliki makna yang dalam. Tetapi sekarang ini, karena ulah para kaum takfiri yang tanpa adab dan kehormatan mengkapling kata jihad hanya utnuk dirinya saat melakukan kezaliman dan pemaksaan, bahkan bom dan pembunuhan, kata jihad berangsur-angsur diasosiasikan dgn makna ‘jahat’. Jangan heran jika banyak orang ‘alergi’ mendengar kata jihad didengung-dengungkan…

– “Mujahidin”

Awalnya ia bermakna pejuang. Namun lagi-lagi krn ulah sekelompok cecunguk-cecunguk tak punya akhlak itu, ia kini lebih sering diplesetkan dengan istilah ‘Mujahilin’ (orang-orang yg dungu).

– “Iman”

Secara leksikal, iman artinya aman, tenang, tentram, tak ada gangguan. Namun lagi-lagi, kata iman sekarang justru menjadi momok, krn ulah sekelompok orang barbar yang memaksakan orang untuk beriman menurut versi mereka. Dan tentu saja, ‘iman’ telah menjadi bermakna ‘tidak aman’ gara-gara kedegilan mereka. terlebih bagi kelompok-kelompok minoritas yg sering jd korban pemaksaan ‘iman’ ini.

– “Salaf”

Salaf secara bahasa artinya adalah kelompok terdahulu. dan yang dimaksud dengan kelompok terdahulu ini adalah para Tabi’in dan Tabi’in-tabi’in. Sementara Syahid Syeikh al-Buthi, ulama Sunni terkemuka Suriah yg dibom oleh kelompok takfiri menyebutkan bahwa Salaf adalah periode atau zaman kedamaian, ketentraman, kesejukan, kesolehan, ahli ibadah, dan tanpa konflik. (Saya sendiri lahir dan dibesarkan dalam lingkungan Salaf. ayah saya adalah penjual kitab kuning yang menjadi langganan santri-santri pesantren Salaf di kampung. dan saya biasa menjadi kurir mengantarkan kitab kuning pesanan santri pd ayah saya)

Tetapi sekarang nama ‘salaf’ secara sepihak dibajak oleh orang-orang yang keras dan menyukai kekerasan, garang, intoleran, suka memaksakan pendapatnya, dst. Akibatnya kata ‘salaf’ sekarang cenderung diasosiasikan sbg kata yang ‘seram’, galak, tanpa kompromi, dan jahat….

– “ar-rahmah”

Awalnya arti ar-rahmah, adalah rahmat, berkah, kedamaian, ketentraman. Tetapi sekarang kata ar-rahmah tiba-tiba, karena diserobot oleh sebuah website ‘jorok’, asosiasi orang sekarang langsung mengaitkannya dengan ‘ammarah’ (kemarahan). Apalagi mereka dengan tanpa malu mengobar-ngobarkan kebencian dan kemarahan-kemarahan tidak brdasar dengan media yang bernama ‘ar-rahmah’. lebih lucu lagi, media yang membawa nama ar-rahmah ini, pernah menulis artikel yang isinya menyatakan bahwa Islam bukan mengajarkan ‘rahmatan lil alamin’ tetapi segera dihapus… krn takut membongkar kedoknya. tetapi setelah sekian lama, artikel itu kembali dipublish…

dan begitu juga web-web jorok lainnya….

Kesemua ini adalah beberapa dari banyak kata-kata indah dan sakral yang mengalami peyoratifisasi yang sangat patut ditangisi. Pada gilirannya, yg menjadi korban paling dirugikan adalah Islam itu sendiri. Karena ulah para pembajak-pencoleng-perampok inilah, wajah Islam dinodai keagungan dan kesuciannya. demi Allah, Terkutuklah orang-orang buas dan tak tahu adab seperti mereka!

One thought on “KEINDAHAN ISLAM YANG DINODAI…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s