Gadis Berbaju Putih, Gadis Berbaju Merah

seorang pemuda langkahkan kaki
dilewatinya gerbang kayu desa
menuju taman bunga
di tepian telaga

dari langit,
sang bidadari tangkupkan sayap-sayap cahaya
jejakan kakinya ke mayapada
bajunya putih bak mutiara
secemerlang dua sayap
di punggungnya

“hei, mau ke mana?” sang bidadari meyapa. “kau dengar ramai mereka bercerita, bukan?”
“hah-ha…,” pemuda itu garuk-garuk kepala.
“?”
“biarkanlah mereka…”
“kau tak menginginkan mereka?”
“aku jelas lebih menginginkanmu, kan?” si pemuda kerlingkan mata.

sang gadis tersenyum
sedikit merah merona pipinya

“oh ya! dia ingin bertemu denganmu.”
“?”

si pemuda kernyitkan kening
ikuti gerakan bola mata kejora sang bidadari
ke arah tepian telaga
bening berkilau airnya

duduk bersimpuh di sana seorang dara
berbaju merah, hitam rambutnya sepundak
bibir tipis, tajam bak elang bola matanya

pemuda itu hentikan langkah
tentu ia mengenalnya

“dia sudah menunggumu sedari tadi.”
si pemuda garuk-garuk kepala. “sedari tadi…?”
“kenapa? kau tak mau menemuinya?”
“haha…, masak ada pemuda menolak bertemu dengan si gadis jelita?” si pemuda nyengir. “dua rupawan, pula…”

sang bidadari tersenyum
si pemuda kembali menggoda
keduanya lanjutkan langkahnya
ke tepian telaga di mana gadis berbaju merah berada

(Kemang Utara -260414)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s